Selamat Datang di Ergoinstitute    |    Tahun 2009 di Indonesia tercatat 54.398 kecelakaan kerja (6.114 orang cacat dan 1.736 orang meninggal dunia)     |    Hasil studi Lab. PSK&Ergonomi ITB (2006-2007): 40-80% pekerja melaporkan adanya keluhan pada muskuloskeletal sesudah bekerja   |

Our Activity

Buku dan Buletin

Download

0633558
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
7
91
352
1104
3055
626181
633558

Your IP: 54.198.165.74
2017-09-21 01:22:15

Judul di atas memang cukup memprovokasi.  Itulah yang ditulis oleh Scott Geller sebagai sub-judul dalam jurnal Professional Safety edisi bulan Mei tahun 2000, dengan judul 10 Leadership Qualities for a Total Safety Culture.  Bagi yang belum kenal, Dr. Geller merupakan seorang pakar dan konsultan safety terkenal di USA.  Terkenal karena pendekatan psikologinya dalam safety, dan kebetulan kami satu almamater, Virginia Tech.

 

Ergonomi dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.Keduanya mengarah kepada tujuan yang sama yakni peningkatan kualitas kehidupan kerja (quality of working life). Aspek kualitas kehidupan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi rasa kepercayaan dan rasa kepemilikan pekerja kepada perusahaan, yang berujung kepada produktivitas dan kualitas kerja.  Artinya, pekerja akan mempunyai motivasi yang tinggi dalam bekerja (lebih produktif dan berkualitas) ketika aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan mereka lebih terperhatikan.

Abstract

Localized muscle fatigue (LMF) has received a growing interest. Local fatigue is associated with an increased risk of musculoskeletal injury. A number of studies have been conducted in this area to investigate the following issues. How can fatigue lead to musculoskeletal disorders? What are the fatigue internal precipitating mechanisms? What factors affect fatigue (individual factors as well as task factors)? How to assess the development of LMF while performing a task? How LMF can be used for industrial task evaluations? From industrial relevance point of view, the last question appears to be interesting. It is true since reports have documented a number of interventions as a result of LMF studies including evaluations of task procedure, working tool, work-rest schedule, working shift, and etc.  However, there are some challenges for further interventions pertaining to limitations of current LMF assessment methods. The present paper elaborates several fatigue measures for monitoring development of LMF, and their current limitations.  In conclusion, there is an ongoing need to find better fatigue measures.  More effective industrial interventions can be expected if more reliable and sensitive measures can be obtained.
Keywords: Localized muscle fatigue, Musculoskeletal disorders, Fatigue measures

icon Download complete paper here